Novel Hakikat Cinta Part 1 "SENJA"
Novel Hakikat Cinta Part 1 "SENJA"

Novel Hakikat Cinta Part 1 "SENJA"

Untunglah pria itu segera sadar, jika tidak Reni pasti segera meninggalkannya. Bisa-bisa dia dituduh yang menyebabkan pemuda itu pingsan. Matanya perlahan terbuka, sesaat Reni terpana melihat betapa indahnya bola mata pria itu.

Novel Hakikat Cinta Part 1 (SENJA)
Dengan sigap  Reni menarik tuas rem sepedanya, pandangannya tertuju pada pria yang tengah berbaring di pinggir lapangan. Dia memang telah memperhatikan pria itu dari kejauhan, jika hanya berbaring mengapa bajunya yang putih  nampak kotor? Setelah lebih dekat, Reni melihat seragamnya sama dengan punyanya. Dan astaga! Ada noda darah di pelipis pemuda itu.
" Hei, hei, bangun," Reni  menepuk pipi pemuda itu berusaha menyadarkannya dalam pengkuannya.

 Untunglah pria itu segera sadar, jika tidak Reni pasti segera meninggalkannya. Bisa-bisa dia dituduh yang menyebabkan pemuda itu pingsan. Matanya perlahan terbuka, sesaat Reni terpana melihat betapa indahnya bola mata pria itu.

 "Kau siapa?" suara berat namun lembut pria itu menyadarkan Reni, buru-buru dia menurunkan pandangannya.

"Aku Reni"

"Lalu mengapa kau memangkuku?"

"Eh a.. aku tadi melihatmu pingsan dan ingin menolongmu." Terbata Reni menjawab pertanyaan pria itu selain karena tatapan matanya yang jadi tajam, Reni juga sadar bahwa dia pria  pertama yang merasakan berada dalam pengkuannya.

"Siapa juga yang menyuruhmu menolongku?" dengan nada yang agak tinggi membuat Reni kaget.

"Dengar yah Awan Syahreza! Jika bukan karena luka yang ada di pelipismu  aku tidak bakalan mau nolongin!" Bukannya ucapin terimakasih kek, malah ngebentak pikir Reni.

Dari mana dia tau namaku? pikir Awan, dia lupa terdapat tanda pengenal pada seragam sekolahnya. Sementara itu Reni bergegas menuju sepedanya, meninggalkan Awan yang masih sedikit pusing. Awan hanya dapat melihat Reni mengayuh sepedanya yang perlahan menghilang dari pandangannya bersamaan dengan mentari yang memancarkan jingganya.

***********

      Marah! Jengkel! Baru kali ini Reni mendapat perlakuan begitu dari seorang pria. Bisa-bisanya dia tidak tahu diri setelah ditolong. Percuma saja Reni memikirkan apakah ada yang salah dari perbuatannya, dilihat dari sisi manapun Awan lah yang salah. Tiba-tiba pipinya memerah, senyumnya mengembang mengingat  bola mata Awan. Bagaimana bisa seorang manusia memiliki bola mata seindah itu?

      Tidak-tidak, apa yang aku pikirkan, aku seharusnya marah kepadanya! Tetapi mengapa jantungku berdegup kencang tiap membayangkannya. Apakah aku jatuh cinta? Tidak mungkin seorang Reni jatuh cinta segampang itu.  Lagian cinta pada pandangan pertama itu hanya karangan seseorang yang salah menafsirkan perasaan suka dan cinta. Tanpa sadar Reni terlelap membawa pikiran itu bersamanya, entah akan termanifestasi dalam bentuk mimpi atau tidak. Setidaknya jika terbawa mimpi Reni berharap itu mimpi yang indah, karena sudah cukup derita yang dia terima dalam pahitnya kenyataan.

************

HAI!

Halo? ada orang yang baca ini gak? Absurd banget yah? hehehe...

Silahkan bertanya yang ingin bertanya, dan yang ingin mengkritisi, memberi saran silahkan!! Karena kritis merupakan pemisahan antara yang baik dan yang benar. (Dosenku yang ngajarin :v)
Lagipula seorang penulis tidak akan menjadi hebat jika tidak dapat menerima masukan dan menolak dikritisi........

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
CogelRandy.com | Memberikan Informasi Seputar Teknologi Semoga Anda menyukainya | Temukan Kami Di Sosial Media Dibawah Ini
Sign out