<-- -->

Fakta Atau Hoax Registrasi Kartu SIM Prabayar

Fakta Atau Hoax Registrasi Kartu SIM Prabayar
Scrrenshot Video
Akibat dari informasi palsu itu malah meluas ke sejumlah pelanggan telepon seluler. Akhirnya, mereka merasa linglung atau kebingungan dan bertanya-tanya mana informasi yang benar.

Salah satu berita yang cukup membuat gelisah yaitu beredarnya berita palsu yang diungkapkan  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akan mengeblok nomor kartu SIM yang tak mengerjakan pendaftaran memakai nomor kartu identitas NIK - KTP dan nomor kartu keluarga KK per 31 Oktober 2017.

Apabila pada tanggal demikian pelanggan belum melaksanakan pendaftaran ulang, karenanya mereka tak dapat melakukan panggilan. Jika lima belas hari kemudian belum juga pendaftaran, mereka tak dapat mendapatkan telepon dan SMS. Jika masih membandel, nomor kartu SIM pelanggan yang bersangkutan bakal diblok.

Untuk mengklarifikasi informasi palsu Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo Noor Iza mengatakan pada 31 Oktober 2017, pemerintah baru mulai melegalkan pendaftaran kartu SIM.

"Pendaftaran ulang kartu SIM prabayar dengan validasi NIK KTP dan nomor KK dikasih tenggat waktu sampai 28 Februari 2018, bukan 31 Oktober 2017," kata Noor Iza

Sementara Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Ahmad M Ramli menerangkan hukuman akan digunakan secara berjenjang. Pada tahap permulaan, pemerintah akan mengeblokir layanan panggilan telepon dan SMS bagi pelanggan yang tidak melaksanakan pendaftaran sampai 30 hari sesudah batas akhir, yaitu 30 Maret 2018.

"Lalu ditambah waktu 15 hari lagi kalau pelanggan belum registasi mereka tak akan dapat menggunakan panggilan, SMS, dan jalan masuk dunia maya, bahkan semua akses dinonaktifkan," ujarnya waktu lalu.
Source liputan6.com
Sesudah itu, pemerintah akan memberi waktu 15 hari lagi supaya pelanggan mengerjakan pendaftaran. Kalau sampai batas hal yang demikian atau pada 29 April 2018, penggguna tidak melaksanakan pendaftaran, kartu SIM miliknya akan diblok.

Berita palsu lain yang sukses membikin pelanggan kebingungan yaitu bentuk pendaftaran ulang kartu SIM tiap-tiap operator seluler yang dijalankan melalu SMS ke nomor 4444 ialah sama.

Sedangkan tidak tinggal membisu, Kemkominfo segera berbuat tata cara metode pendaftaran kartu SIM untuk tiap-tiap operator seluler. Berikut ini cara pendaftaran kartu SIM yang benar pada masing- masing operator:

Langkah-langkah pendaftaran untuk pelanggan baru

1. Untuk pelanggang baru Indosat, Smartfren, Tri Caranya ketik : NIK # Nomor KK #

2. Untuk pelanggang baru XL Axiata: Caranya ketik : Daftar # NIK # Nomor  KK

3. Untuk pelanggang baru Telkomsel: Caranya ketik : Reg(spasi) NIK # Nomor KK #

Langkah-langkah pendaftaran ulang untuk pelanggan lama:


1. Untuk pelanggang lama Indosat, Smartfren, dan Tri Caranya ketik : ULANG#NIK#NomorKK#

2.  Untuk pelanggang lama XL Axiata: Caranya ketik : ULANG#NIK#NomorKK

3.  Untuk pelanggang lama Telkomsel: Caranya ketik : ULANG(spasi)NIK#NomorKK#

Apabila telah mengetik langkah langkah di atas, kirim SMS ke nomor 4444.

Sebelumnya juga beredar hoax yang menyebut pendaftaran ulang kartu SIM prabayar wajib menyantumkan nama ibu kandung. Untuk menepis info demikian Ahmad M Ramli menegaskan, data nama ibu kandung tak dibutuhkan dalam progres pendaftaran kartu SIM prabayar.

"Nama ibu kandung tak perlu sebab itu kami anggap sebagai super kata sandi dan itu riskan untuk di-share," katanya ketika sosialisasi pendaftaran kartu SIM menurut data kependudukan di Kantor Kemkominfo, belum lama ini.

Sekeda berita, data nama ibu kandung umumnya dipinta dalam registrasi akun perbankan termasuk ketika nasabah mengisi aplikasi kartu kredit. Sebab terkait dengan transaksi finansial, nama ibu kandung disebut sebagai super kata sandi dan riskan dibagikan.

0 Response to "Fakta Atau Hoax Registrasi Kartu SIM Prabayar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

<-- -->