<-- -->

Mengenal Adat Istiadat Suku Tana Toraja


Selamat datang di blog cogelrandy.com
Pada postingan kali ini cogelrandy.com akan membahas seputar keunikan yang dimiliki oleh budaya adat suku Tana Toraja yang terletak di provinsi sulawesi selatan.

Tana Toraja adalah wilayah yang berada disulawesi selatan ,tanah toraja sekarang terbagi menjadi dua kabupaten ada yang tetap berada disulawesi selatan namun ada pula yang masuk kedalam wilayah Sulawesi barat , sedangkan suku toraja sendiri adalah penduduk asli yang berada diwilayah tanah toraja.suku toraja juga terpecah menjadi beberapa golongan berdasarkan tempat tinggalnya ada toraja makale,toraja rantepao toraja sa’dan dan lain – lain masing masing dikenal berdasarkan wilayah tempat tinggal mereka, secara umum suku toraja memiliki kesamaan namun ada pula hal – hal yang berbeda dari setiap suku yang berada ditanah toraja.keunikan budaya tanah toraja menjadi daya Tarik tersendiri bagi para wisatawan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri ,berikut beberapa keunikan yang dimiliki oleh suku toraja adalah sebagai berikut :



1. Upacara Rambu Solo’

Upacara rambu solo’ adalah istilah yang digunakan untuk menghargai orang yang sudah meninggal upacara ini  hanya dapat dilakukan oleh kaum bangsawan dan membutuhkan biaya yang cukup besar oleh karena itu terkadang upacara ini tidak langsung diadakan pada saat ada anggota keluarga yang meninggal namun menunggu saat yang tepat yaitu saat uang untuk mengadakan upacara sudah terkumpul ,meskipun upacara rambu solo’ butuh biaya besar namun selalu dapat dilaksanakan dengan meriah sebab biaya untuk upacara ini ditanggung bersama oleh keluarga dekat dari orang yang telah meninggal apalagi jika yang meninggal memiliki banyak kerabat maka upacara ini saat diadakan akan sangat meriah selain itu suku toraja terkenal ulet dan rajin dalam bekerja dan sangat menghargai budaya mereka sehingga upacara rambu solo termasuk dalam upacara adat yang dianggap sakral.

2. Ma’ badong

Ma’ badong adalah bagian dari ritual rambu solo’ ,ma’ badong tidak boleh dilakukan untuk sembarang orang yang meninggal aturannya adalah harus keturunan bangsawan dan bukan hanya itu namun keluarga dari orang yang meninggal tersebut sanggup menyembelih kerbau sebanyak minimal 9 ekor maka ma’ badong dapat dilaksanakan selain itu ma ‘ badong dilakukan oleh kaum laki – laki saja yang membentuk lingkaran sambil bergandengan tangan menyanyikan lagu khusus untuk ma’ badong dan ada pula salah satu tokoh adat yang ikut dalam rombongan ma ‘ badong  yang berpantun sambil berbalas – balasan.langkah kaki diarahkan kekanan dan kekiri sambil bernyayi tanpa diiringi musik .

3. Memiliki Beragam Kuburan Unik



Pada umumnya setiap orang yang meninggal dikuburkan ditanah namun hal tersebut tidak berlaku untuk suku toraja sebab suku toraja pada saat meninggal tidak dikuburkan didalam tanah melainkan didalam goa ,ada pula pemakaman gantung ,disimpan didalam batu ukir ,pemakaman pohon atau dimasukkan dalam patane atau rumah ukir yang terbuat dari kayu untuk menyimpan jenasah jadi sebenarnya saat suku toraja meninggal jasatnya tidak dikuburkan namun disimpan disuatu tempat tertentu  dan untuk diupacarakan bagi kaum bangsawan saat keluarga sudah siap.

4. Rumah Adat Tongkonan



Rumah adat suku toraja disebut tongkonan ,terbuat dari kayu yang didepannya diukir dan bahkan bukan hanya diukir namun dipasangi tanduk kerbau hasil dari upacara rambu solo ‘ semakin banyak tanduk kerbau di depan rumah tongkonan tersebut semakin menunjukkan identitas dari pemilik rumah tongkonan itu .tanduk kerbau menjadi kebanggaan tersendiri bagi suku toraja.selain ukiran dan tanduk kerbau yang menjadikan rumah adat tongkonan terlihat unik adalah atapnya yang melengkung menyerupai sebuah perahu.

5. Upacara Ma nene’ atau penggantian baju jenasah

Upacara penggantian baju jenasah adalah bagian dari rangkaian upacara rambu solo’ upacara ini dilaksanakan cuma sekali dalam 25 sampai 50 tahun , orang yang telah meninggal akan digantikan bajunya setelah beberapa tahun dia meninggal dan dalam upacara ini akan diadakan penyembelihan sejumlah besar hewan kurban namun tidak sembarang hewan dapat dikurbankan dalam upacara ini hanya babi dan kerbau saja yang dapat dikurbankan jumlah babi tidak dibatasi berapapun dapat dikurbankan  namun jumlah kerbau dalam setiap sekali upacara adalah minimal 9 kerbau

6. Sisemba’

Sisemba’ dalam Bahasa toraja berarti bertarung dengan menggunakan kaki jadi sisemba’ dapat juga diartikan sebagai bertarung dengan menggunakan kaki tidak boleh anggota tubuh yang lain,sisemba’ adalah merupakan sejenis permainan bagi suku roraja yang dilakukan oleh dua orang laki – laki , yang diharapkan dapat menghibur setiap orang yang menyaksikannya dan diharapkan dapat memupuk tali persaudaraan melalui permainan ini akan didapatkan pemenang yaitu siapa yang dapat bertahan sampai semua lawannya terkalahkan ,permainan ini aturannya mirip dengan panco hanya saja panco menggunakan kekuatan tangan sementara sisemba’ mengandalkan kekuatan kaki.

7. Ma’ Pasilaga atau Adu Kerbau



Ma’pasilaga adalah kegiatan yang dilakukan pada saat upacara rambu solo ‘ sebelum kerbau disembelih terlebih dahulu kerbau tersebut diadu namun bukan untuk mencari kerbau mana yang paling kuat namun hanya sekedar untuk menghibur karena pada akhirnya semua kerbau itu akan tetap disembelih baik yang menang maupun yang kalah .

8. Upacara Rambu Tuka’ atau Rampanan Kapa’

Upacara rambu tuka ‘ adalah istilah yang digunakan untuk pernikahan suku toraja mayoritas suku toraja memeluk agama Kristen dan khatolik namun ada juga sebagian kecil yang memeluk agama islam.upacara rambu tuka’ diawali dengan pemberkatan nikah bagi kedua mempelai setelah itu dilanjutkan dengan nikah secara adat dalam pernikahan suku toraja digolongkan menjadi 3 bagian yaitu
a)           Rampo allo
Adalah istilah pernikahan yang digunakan bagi kaum bangsawan suku toraja ,tidak sembarang orang mampu dan diijinkn melakukan upacara pernikahan rampo allo sebab meskipun kaya jika bukan keturunan bangsawan maka tidak dapat melakukan pernikahan ini selain itu pernikahan rampo allo membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan dilaksanakan berhari – hari sebelum pernikahan yang sesungguhnya digelar.

b)           Rampo karoen
Pernikahan rampo karoen adalah pernikahan dari kasta biasa atau golongan menengah jadi bukan lagi golongan bangsawan .rampo karoen berasal dari Bahasa toraja ‘’ karoen ‘’ yang artinya sore hari jadi pernikahan rampo karoen dilaksanakan pada sore hari dirumah mempelai wanita ,pengantin menggunakan busana adat suku toraja biasanya pernikahan ini diisi dengan pantun – pantun pernikahan sebelum makan dari kedua belah pihak .

c)           Bo’bo’ bannang
Pesta pernikahan ini adalah untuk kasta terendah bagi suku toraja dan pelaksanaannya cukup sederhana ,biasanya dilakukan pada malam hari dan hanya mengundang beberapa orang tertentu saja yaitu keluarga dekat dari kedua mempelai .

9. Mahar

Sama seperti suku – suku lainnya diindonesia sebelum pernikahan akan ada prosesi lamaran dan memberikan mahar bagi calon mempelai wanita .bagi suku toraja mahar yang diberikan tergolong unik berikut beberapa contoh mahar yang harus dipersiapkan oleh calon pengantin pria  :

Ø   kapur sirih
  Kapur sirih adalah salah satu dari mahar yang perlu dipersiapkan      oleh kaum pria jika ingin meminang gadis toraja namun daun sirih    yang dipilih tidak boleh sembarang hanya daun sirih yang uratnya    menyatu yang dapat dijadikan mahar sebagai symbol menyatunya    kedua mempelai sekaligus keluarga dari calon mempelai .

Ø   padi
padi adalah lambang kesuburan dan kemakmuran oleh sebab itu padi menjadi mahar bagi suku toraja meskipun makanan pokok adalah nasi yang berasal dari beras namun yang dijadikan mahar bukanlah beras melainkan padi

Ø   sayur dan umbi – umbian
sayur mayur dan umbi – umbian merupakan lambang berkat yang diberikan oleh yang maha kuasa setelah bersusah payah mengolah tanah oleh sebab sayur dan umbi – umbian menjadi salah satu mahar yang wajib diberikan saat melamar gadis toraja .

Ø   uang logam kuno  ( lama )
meskipun uang logam lama sudah tidak laku dipasaran namun jika anda berniat meminang gadis toraja maka uang logam lama sangat anda butuhkan Karena merupakan salah satu mahar .jika anda menyerahkan uang logam lama berarti anda siap meminang gadis toraja dengan segala tradisi dan adat istiadatnya termasuk para leluhur gadis yang dalam hal ini disimbolkan dengan uang logam lama.

Ø   parang dan baju tradisional toraja
parang merupakan bendah tajam namun parang sangat diperlukan saat melamar gadis toraja bukan untuk berperang namun parang dan juga baju adat merupakan symbol bahwa anda menghargai gadis toraja dan siap menerimanya dengan segala tradisinya.

Ø   kue atau masakan khas toraja
kue khas toraja disebut deppa tori ‘ maka persiapkan kue tersebut untuk melamar gadis toraja selain kue deppa tori ‘ ada pula makanan lain yang dapat anda bawa misalnya nasi merah ,pa’piong manuk ( daging ayam yang dimasak dalam bambu ), ketan yang dicampur santan dan dimasak dalam bambu  dan lain – lain.

Ø   kerbau
kerbau merupakan mahar terakhir yang wajib anda siapkan sebelum melamar gadis toraja, kerbau merupakan lambang status sosial bagi masyarakat atau suku toraja jadi semakin tinggi status sosial dari gadis toraja yang akan anda pinang semakin banyak pula jumlah kerbau yang patut anda siapkan untuk mendapatkan restu dari kedua orang tuanya .jika kasta dari gadis yang akan anda lamar adalah kasta tertinggi atau golongan puang ( kaum bangsawan ) maka kisaran kerbau yang dipersiapkan adalah 1 sampai 12 kerbau tergantung berapa permintaan orang tua mempelai wanita.untuk golongan biasa atau tumakaka adalah 1 sampai 3 kerbau dan untuk golongan hamba cukup 1 kerbau saja.
Namun semua seserahan itu akan disepakati sebelum diberikan jika orang tua mempelai wanita tidak meminta semuanya maka anda yang ingin melamar gadis toraja cukup mempersiapkan mahar yang diminta oleh keluarga atau orang tua gadis yang akan anda pinang.

10. Ma’ gellu’

Kebudayaan suku toraja yang satu ini disebut ,ma’ gellu,  yaitu salah satu jenis kesenian berupa seni tari yang dilakukan oleh gadis toraja untuk penyambutan tamu baik dalam acara rambu tuka ‘ maupun acara–acara lain yang membutuhkan hiburan , ma’ gellu dilaksanakan dengan diiringi gendang serta para penarinya menggunakan busana khas toraja ,jumlah penari terdiri dari 6 orang .

Demikianlah ulasan saya kali ini tentang suku toraja semoga dapat bermanfaat untuk anda sekalian .keaneka ragaman suku di indonesia menjadikan negara kita kaya akan budaya dan adat istiadat .

0 Response to "Mengenal Adat Istiadat Suku Tana Toraja"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

<-- -->